Terapi Lebah


Bentengi tubuh Anda dengan zat antibodi. Pacu kandungan zat itu dengan apitherapy.


Anda menginginkan obat atau ramuan penjaga kesehatan yang lezat? Apiterahy pilihan tepat untuk hal tersebut. Mengkonsumsi madu, royal jelly, propolis dan poleh secara rutin, berarti secara tidak sadar Anda telah menjalani apitherapy. Sementara itu, kadar antibodi di dalam tubuh juga bisa dipacu dengan bee acupuncture.













Aman & berefek samping kecil

“Prinsip dasar apiterapy adalah menstimulus pembentukan zat antibodi. Tubuh memiliki kemampuan menyembuhkan dirisediri berkat terbentuknya zat antibodi. Jadi metoda terapi ini sangat aman. Sebab tidak melalui proses pemasukkan zat-zat beracun yang bisa tertimbun di dalam tubuh,”Papar Wima, ahli apiteraphy di Jakarta Timur.

Konsumsi madu, royal jelly, polen dan propolis secara rutin bisa meningkankan zat antibodi di dalam tubuh. Zat inilah yang bertugas menangkis serangan berbagai penyakit yang siap menggerogoti kesehatan Anda.

Peluang munculnya efeksamping akibat menjalani apitherapy sangat kecil. Menurut Wima, kemungkinan tersebut tidak lebih dari 1%. Efek samping hanya dialami oleh seseorang yang sensitif atau memiliki alergi. Itupun tidak berkibat fatal, mudah diatasi dan bisa tetap menjalani apiterphy.

Hasil racikan si Belang

Selama mempraktekkan apitherapy, Anda tak perlu repot-repot meracik ramuan. Semua bahan berkasiat yang Anda butuhkan telah diramu oleh si Belang. Lebah mengemas zat berkhasiat menjadi beberapa macam produk olahan.

Madu adalah bahan hasil racikan lebah yang terbuat dari nektar bunga. Sedangkan propolis dibuat dari beraneka getah tanaman. Royal jeli dihasilkan oleh kelenjar lebah pekerja yang masih muda. Sementara itu, bee polen merupakan produk yang dibuat dari kumpulan bermacam-macam serbuk sari bunga. Lebah juga menghasilkan racun berkhasiat. Racun itu bersumber dari kelenjar yang berada di sengatnya.

Berbagai bahan atau ramuan hasil cetakan lebah tersebut di atas memiliki khasiat berlainan. Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Atau, bisa meramu beberapa bahan menjadi satu agar lebih komplit dan memberikan hasil yang optimal serta seimbang terhadap kesehatan Anda.

Madu adalah bahan berkhasiat paling populer. Cairan kental menyerupai minyak goreng ini mengandung gula, vitamin B6, tiamin, riboflavin, kalsium, asam patogenik, tembaga, magnesium, mangan, besi, fosfor, potasium, sodium, seng, asam amino dan antioksidan.

Ramuan buah tangan lebah yang lain yaitu propolis. Bahan ini tidak begitu populer. Bersifat antibakteri, antivirus, antioksidan, antijamur, dan antiinflamantory. Propolis dapat menyembuhkan alergi, luka yang memborok, penyakit kulit, kanker, flu,bronchitis, gangguan telinga, dan sakit kepala.

Produk berkhasiat lain yang dihasilakan oleh lebah yaitu royal jeli. Wujudnya menyerupai susu. Sehingga sering juga disebut sebagai susu lebah. Cairan ini dihasilkan oleh kelenjar saliva yang dimiliki oleh lebah pekerja.

Royal jeli memiliki kemampuan mencegah dan mengobati kelelahan. Selain itu, cairan ini juga berkhasiat meredam asma serta menurunkan kandungan kolesterol dalam darah. Susu lebah juga sering dimanfaatkan sebagai salahsatu bahan peramu kosmetik. Terutama krim pengencang kulit.

Tawaran jasa baik lain dari lebah adalah polen. Benda mungil ini sering dimanfaatkan sebagai obat kuat. Para atlet olahraga sangat dianjurkan mengonsumsi polen sebagai nutrisi pendongkrak kekuatan. Polen juga memiliki kemampuan melancarkan metabolisme, membantu pencernaan, sebagai antioksidan dan ampuh menangkis kanker.

Masih Jarang Dianut

Apitherapy sebenarnya telah dikenal beribu-ribu tahun lalu. Bangsa Mesir telah menggunakan berbagai hasil sekresi lebah sebagai sarana penunjang kesehatan mereka. Semisal Madu. Raja-raja Mesir mempercayai bahwa cairan kental berwarna cokelat keemasan ini mengandung banyak manfaat serta berjuta khasiat.

Di negara kita, terapi lebah belum begitu populer. Terbukti dengan masih minimnya jumlah literatur serta hasil penelitian di bidang perlebahan. Obat-obat yang bersumber dari komponen-komponen lebah hanya dijajakan sebatas oleh pedagang obat tradisional. Padahal aneka hasil sekresi lebah telah banyak diteliti di luar negeri.

Proses produksi farmasi berbahan baku lebah di luar negeri sudah menjadi sebuah bidang industri besar. Bahkan, bidang kedokteran pun telah melegalkan terapi lebah sebagai salah satu teknik pengobatan. Negara terbesar pengembang terapi lebah adalah Cina. Di negara itu telah memiliki rumah sakit khusus terapi lebah. Saat ini WHO pun sudah mengakui bahwa serangga bersengat ini memiliki beragam zat yang bisa mencegah bahkan mengobati berbagai penyakit. Diantaranya diabetes, kanker, dan stroke.

Meski Indonesia telah memiliki rumah sakit khusus terapi lebah, namun keberadaannya masih sangat terbatas. Gaung apitherapy di dalam masyarakat masih terasa kalah dengan isu terapi alami yang dilakukan metoda metoda lain.


Ingin mendalami secara tuntas? Silakan menyimak dalam buku (Franz J.B.)

Asal Usul

Dari illustrasi anatomi lebah disamping, kita dapat segera tahu bahwa meskipun madu dikeluarkan dari perut lebah (di dalam Al Qur’an disebutkan di Surat An Nahl Ayat 69 ”….Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya…”), namun ternyata madu ditempatkan di tempat khusus dalam perut lebah yang disebut perut madu (honey stomach, honey sac atau crop) yang terpisah dari perut besar lebah (large intestine atau stomach). Di dalam perut madu tersebutlah proses penguraian gula komplek (disakarida) diubah menjadi gula sederhana atau mono sakarida.

Sering terjadi kesalah pahaman di masyarakat seolah madu adalah kotoran lebah karena berasal dari perut lebah. Madu bukanlah kotoran lebah meskipun dalam prosesnya melalui perut lebah. Honey sac yang berada di perut lebah sebenarnya lebih merupakan tempat penyimpanan khusus untuk madu selama perjalanan lebah pekerja dari tempat pengambilan nectar sampai ke sarangnya. Selanjutnya nectar yang mayoritas berupa gula disakarida dalam bentuk sukrosa mengalami proses fisika dan kimia sekaligus selama perjalanannya di perut lebah dan dilanjutkan di sarang lebah.

Nectar yang diambil dari bunga-bunga tanaman mengandung gula dan kadar air yang tinggi (sekitar 60%), untuk menjadi madu kadar air ini harus diturunkan secara significant menjadi sekitar 20 % atau bahkan lebih rendah lagi. Proses fisika penurunan kadar air ini mulai terjadi pada saat lebah menjulurkan lidahnya (proboscis) untuk memindahkan Madu sedikit demi sedikit dari dalam perut madu (honey sac) ke sarang lebah. Didalam sarang lebah kadar air terus diturunkan lebih lanjut dengan laju penurunan yang lebih tinggi melalui putaran sayap-sayap lebah yang terus menerus mensirkulasikan hawa hangat ke seluruh ruangan dalam sarang lebah.

Proses kimia dari nectar menjadi Madu terjadi di dalam perut lebah ketika enzym invertase mengubah sukrosa (disakarida) menjadi glukosa dan fruktosa yang keduanya merupakan monosakarida seperti ditunjukkan di ilustrasi berikut ;


Apa Itu Propolis

Propolis adalah zat yang di ekstrak dari resin yang dikumpulkan oleh lebah pekerja khusus yang tugasnya mencari resin dari daun yang baru tumbuh dan bagian kulit batang pohon tertentu. Oleh lebah pekerja di sarang resin tersebut dicampur sedikit dengan lilin lebah, Madu dan enzym sebelum akhirnya menjadi Propolis. Propolis gunanya untuk menambal sarang lebah yang bocor dan memperkuat sarang. Selain dari pada itu fungsi Propolis yang tidak kalah pentingnya bagi lebah adalah untuk membungkus (memumikkan) bangkai binatang yang masuk kesarang lebah agar tidak menyebarkan penyakit. Jadi Propolis dipakai oleh lebah untuk mensaterilkan sarang, menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, virus dan jamur.

Belajar dari efektifitas Propolis bagi lebah inilah manusia modern kemudian ikut menggunakan Propolis dalam pengobatan khususnya untuk menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, virus dan jamur. Propolis mengandung ratusan bahan kimia dan para ilmuwan baru berhasil mengidentifikasi dan memberi nama sekitar 30-an dari bahan-bahan tersebut. Komposisi Propolis yang baru dipanen dari sarang lebah umumnya terdiri dari kurang lebih 50% resin, 30 % lilin lebah, 10 % essential oils, 5 % Pollen dan 5 % sisa-sisa tanaman. Karena komposisinya yang demikian tidak seluruh bagian Propolis bisa dimakan sebagai obat atau makanan suplemen.

Setelah dipanen dari sarangnya Propolis harus di ekstraksi dengan air atau minyak makan untuk mengambil bahan-bahan yang bisa dimakan tersebut. Di negeri barat ekstraksi juga dilakukan menggunakan ethanol atau alkohol, namun hal ini tidak halal untuk konsumsi kaum muslimin jadi ekstraksi menggunakan alkohol tidak boleh dilakukan. Karena lebah pekerja mengambil resin dari tanaman-tanaman sekitar tempat sarangnya, maka komposisi Propolis sangat bervariasi tergantung daerahnya, namun subhanallah seluruh Propolis memiliki khasiat pengobatan yang sangat mirip satu sama lain. Khasiat tersebut adalah Propolis bersifat antiseptic, antibiotic, antifungal, anti-inflamatory, dan kemampuan detoksifikasi. Sunggauh Allah swt. Telah memberi kemampuan lebah-lebah tersebut dimanapun mereka berada untuk mampu mengumpulkan bahan-bahan kimia yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sarang lebah dan lebah-lebah yang tinggal di dalamnya.

Propolis sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan bakteri yang resistant terhadap antibiotik buatan manusia. Dalam sebuah tes ilmiah dengan cell-culture test terbukti Propolis paling efektif melawan bakteri patogen jenis gram poistif seperti Staphylococcus sp. (antara lain penyebab infeksi saluran kencing) , Clostridium sp.(antara lain penyebab gangguan perut/gastrointestinal), Corynebacterium diphtheriae (penyebab diphtheriae) dan jenis-jenis Streptococcus sp. (antara lain penyebab infeksi tenggorokan, infeksi sinus dan scarlet fever). Bakteri gram negatif yang juga efektif dilawan dengan Propolis antara lain Klebsiella pneumonia (penyebab pneumonia dan bronchitis) dan Pseudomonas sp. (antara lain penyebab infeksi pada luka).

Bukti ilmiah lain adalah seperti yang dipublikasikan di Archives of Pediatric and Adolescent Medicine dimana 430 anak secara random diterapi dengan Propolis selama musim dingin dan dibandingkan dengan anak lain yang diberi obat buatan pabrik. Musim dingin dipilih karena pada musim ini pada umumnya anak-anak mudah terkena infeksi saluran pernafasan. Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang diberi Propolis terkena infeksi saluran pernafasan 55 % lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak lain yang mendapatkan obat dari pabrik.

Penelitian-penelitian lain yang dilakukan di Belanda, Rumania dan Polandia menunjukkan hasil yang sejalan dengan penelitian tersebut diatas. Penggunaan Propolis untuk pencuci mulut (mouth rinses) ternyata juga sangat efektif untuk menghentikan pertumbuhan bakteri-bakteri yang secara umum berada di mulut. Bakteri-bakteri ini pada umumnya menyebabkan kerusakan gigi, penyakit gusi, cavities dan plaque pada gigi. Penelitian ilmiah yang menunjang hal ini telah dilakukan antara lain di Brasil dan di Jepang.

Penelitian yang di Jepang bahkan menunjukkan bukti lain bahwa pasien bedah mulut yang kemudian menggunakan Propolis sebagai pencuci mulut mengalami proses penyembuhan yang lebih cepat, lebih bersih dan rasa sakit/inflamasi yang sangat berkurang dibandingkan pasien lain yang menggunakan pencuci mulut buatan pabrik. Propolis yang dicampur dengan Madu terbukti menyembuhkan luka lebih cepat dari Silver Sulfadiazine (SS) . Di Brasil bahkan Propolis telah digunakan untuk pengobatan AIDS karena terbukti menghambat replikasi virus HIV. Penelitian di State Medical University of Ukraina juga membuktikan seluruh pasien yang terkena Herpes Simplex Infection berhasil disembuhkan dengan Propolis.

Penelitian-penelitian lain di berbagai negara tidak henti-hentinya menemukan bukti baru atas efektifitas Propolis sebagai obat untuk berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan masuknya bahan kimia berbahaya kedalam tubuh (keracunan). Ada lima alasan mengapa Propolis dapat menjadi obat :

Lebih dari 180 phytochemicals ada di dalam Propolis antara lain flavonids, berbagai turunan asam orbanic, phytosterols, terpenoids dlsb. Zat-zat ini terbukti memiliki berbagai sifat anti-inflamatory, antimicrobial, antihistimanine, antimutagenic dan anti allergenic.

Flavonoids yang ada dalam Propolis selain bersifat antioxidant yang mencegah infeksi, juga menumbuhkan jaringan. Kandungan pimia Propolis yang meningkatkan tumbuhnya jaringan tersebut antara lain adalah sebagai akibat dari sifat tissue strengthening dan regenerative effect dari quercetin, kaemferol, epigenin dan luteolin.

Aktifitas antibiotic dari phytochemicals yang ada di dalam Propolis antara lain disebabkan oleh berbagai turunan asam organic seperti cinnamic, ferrulic, benzoic, caffeic, coumaric, terpenes dan turunan-tuirunn berikutnya seperti limonene, p-cymene, eugenol, galangin dan quercetin.

Sifat antifungal yang ada di Propolis yang dihasilkan oleh phytochemicals seperti flavonoids pinocembrin, quercetin, sakauranetin dlsb.

Sifat antivius Propolis yang berasal dari turunan-turunan asam organik seperti Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE).

Fungsi Propolis

Fungsi propolis bagi tubuh manusia:

1. Antibiotik alami
2. Meningkatkan kekebalan tubuh
3. Anti kanker
4. Nutri yang bergizi tinggi

PENYEMBUHAN PROPOLIS


PENYAKIT

PENYAKIT

Batuk, asma, bronchitis, paru-paru, sinusitis, flu, demam, sakit kepala

Kanker, tumor, gangguan jantung, ginjal, hati dan diabetes

Luka benda tajam, luka terbakar (Infeksi)

Darah tinggi, darah rendah

Infeksi kewanitaan

Hepatitis/ liver

Herpes, penyakit kulit serta penyakit jamur

Asam urat, rematik

Jerawat, bisul

Radiasi

Infeksi kulit, telinga, dan gigi

Stres, Parkinson

Wasir, ambeien

Gangguan pencernaan, maag


Manfaat Propolis

Penggunaan propolis sebagai bahan alami untuk kesehatan manusia masih terus dipakai hingga saat ini dan menunjukan peningkatan yang luar biasa sejalan dengan Ilmu Pengetahuan hasil riset para ilmuwan tentang kegunaan Propolis sebagai bahan campuran obat di dunia kedokteran.

Sama seperti bagi para lebah, Propolis digunakan pula oleh manusia dalam melindungi tubuh manusia dari serangan bakteri, virus dan jamur. Kecepatan kerja dan keaktifan dari propolis dalam bereaksi menahan serangan kuman merupakan keunggulan dari propolis dibandingkan dengan bahan alami serupa lainnya. Efek perlindungan akan segera terasa sesaat setelah mengkonsum propolis.

Kegunaan propolis yang telah diketahui dari penelitian para ilmuwan biologi a.l:

1. Anti virus dan anti bakteri
2. Anti parasit- aktif dalam melawan Giardia sp. Dan Trichomonas sp.
3. Anti peradangan-menyembuhkan dan regenerasi
4. Anti oksidant- aktif mencegah penuaan dini
5. Anti tumor dan perlindungan terhadap radiasi
6. Meningkatkan imunitas tubuh- menstimulir produksi anti bodi

Studi ilmiah menyimpulkan bahwa propolis memerangi parasit Giardia sp yang menjadi penyebab gangguan dalam pencernaan pada anak2 dan gangguan di usus 12 jari pada orang dewasa. Propolis juga memerangi Trichomonas sp. Yang menjadi penyebab peradangan vaginal dan saluran kemih pada wanita.

Fungsi penting dari propolis adalah menstimulir sistim imunitas tubuh dalam melawan penyakit. Hal ini sangat penting terutama bagi orang yang memiliki daya imunitas rendah atau mengalami penurunan jumlah lekosit dalam tubuh.

Anak anak dengan daya tahan tubuh rendah ditandai dengan mudah terserang penyakit pernafasan. Setelah menggunakan propolis daya tahan tubuh mereka akan meningkat dan menjadi solusi bagi masalah gangguan saluran pernafasan yang terus berulang. Propolis sangat efektif dalam penyembuhan radang amandel, sunisitis dan influenza.

Secara umum manusia mendapatkan manfaat yang sangat besar dengan adanya Propolis. Sangat sedikit orang yang memiliki alergi terhadap keajaiban alam ini.

PROPOLIS : Pharyngithis / Laryngitis dan sakit Tenggorokan

Pada tahun 1971 peneliti Rusia menggunakan 15% propolis ekstrak untuk merawat 260 kasus pharyngitis. 76 % diantaranya sembuh, 28 % memperlihatkan kemajuan dan 4% tidak memperlihatkan kemajuan.

Di tahun 1975 Doroshenko, dari Rumah Sakit no 11 di Kiev-Rusia, merawat 238 penderita pharyngitis dengan campuran propolis. Satu bangian dari 30% propolis ekstrak dicampur dengan glycerin (atau minyak peach) dan disapukan pada membrane mucous yang terinfeksi selama 10-15 hari. 70% pasien telah pulih. Para peneliti menemukan ekstrak propolis meningkatkan efek dari obat2an kimia dalam pengobatan untuk penderita pharyngitis.

Peneliti Romania menggunakan propolis untuk merawat 200 orang pasien dengan pharyngitis akut, tonsillitis akut dan laryngitis akut. Pada 20 orang pasien, dirawat dengan pengobatan kimia, dan sisanya dirawat dengan propolis. Kelompok pasien yang dirawat dengan propolis sembuh lebih cepat daripada kelompok lain.

Di Romania pada tahun 1975 merawat berbagai peradangan membrane mucousa termasuk ulcers dan herpes labial. 34 pasien menerima perawatan dengan propolis cair. Propolis cair mengandung anti-viral, anesthetic, anti bacterial dan efek mycotic.

Self help

Secara tradisional, pengobatan untuk sakit tenggorokan dengan propolis sudah menjadi favorit di negera Balkan. Pengobatannya bisa bermacam2 cara, Obat kumur dengan propolis tincture dan air hangat juga dengan mengunyah propolis. Berbagai macam obat tenggorokan dengan sedikit propolis dijual untuk mengobati peradangan ringan.

ALERGI TERHADAP PROPOLIS GEJALA DAN SOLUSINYA

Bahan utama pembentukan propolis adalah getah tanaman, lebah mengumpulkan berbagai jenis getah tanaman dari mulai getah rerumputan hingga getah pepohonan, setiap tanaman menghasilkan getah dengan senyawa kimia yang khas berbeda satu dengan yang lainnya, dengan beragamnya senyawa kimia tanaman yang terdapat pada propolis, maka propolis memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit yang diderita manusia, tetapi diantara senyawa-senyawa kimia tanaman yang terkumpul di dalam propolis ada yang dapat menimbulkan alergi terhadap manusia.

Oleh karena itu pada sebagian orang mungkin muncul alergi terhadap propolis. Alergi terhadap propolis ini dapat digolongkan menjadi 2 jenis Alergi yaitu Alergi Spontan dan Alergi Tertunda.

Alergi spontan muncul disebabkan tubuh seseorang sensitif terhadap salah satu atau beberapa senyawa kimia tumbuhan yang terdapat di dalam propolis. Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki alergi spontan terhadap propolis maka dapat dilakukan tes alergi spontan. Langkah-langkah tes alergi spontan adalah sebagai berikut:

1. Tes alergi spontan pada kulit; dimulai dengan mengoleskan cairan propolis pada bagian kulit sensitif pasien (pada wajah atau lengan bagian bawah) kemudian ditunggu sekitar 30 menit. Apabila pada bagian kulit yang dioleskan terasa gatal dan memerah berarti pasien tersebut alergi terhadap propolis dan disarankan pasien tersebut tetap menggunakan propolis dengan dosis rendah dua hari sekali. Jika tidak terdapat rasa gatal dan merah pada bagian kulit yang dioleskan maka lakukan tes alergi kedua.

2. Tes alergi spontan pada mulut dan kerongkongan: campurkan 2-3 tetes propolis pada sedikit air putih kemudian dikumur-kumur di mulut dan diminum. Tunggu selama 15 menit. Apabila mulut dan kerongkongan terasa gatal berarti pasien alergi terhadap propolis dan disarankan pasien tersebut tetap menggunakan propolis dengan dosis rendah dua hari sekali. Tetapi jika pasien tidak merasakan gatal pada mulut dan kerongkongan berarti pasien tersebut aman dan bisa langsung diobati dengan propolis.


Alergi tertunda muncul disebabkan tubuh seseorang alergi terhadap sejumlah tertentu dari salah satu atau beberapa senyawa kimia tumbuhan yang terdapat di dalam propolis. Sebagai contoh tubuh Bapak Ahmad akan mengalami alergi terhadap senyawa X apabila konsentrasi senyawa tersebut mencapai 3mg/kg berat badan Bapak Ahmad” maka sebelum senyawa X mencapai konsentrasi 3 mg/Kg berat badan Bapak Ahmad, bapak Ahmad tidak akan mengalami gejala alergi, tetapi apabila senyawa X tersebut telah melebihi konsentrasi 3 mg/kg berat badan bapak Ahmad, maka Bapak Ahmad akan mengalami gejala alergi.


Gejala Alergi tertunda dari propolis umumnya berupa gatal-gatal dikulit atau tenggorokan terasa panas. Adapun penyebab munculnya alergi tertunda adalah sebagai berikut:

1. Penggunaan propolis dalam dosis tinggi (diatas 10 tetes 3 kali sehari) selama terus-menerus tanpa jeda.

2. Selama penggunaan propolis pengguna kurang minum air putih hangat.

3. Terjadi penambahan senyawa kimia penyebab alergi pada propolis sebagai akibat langsung dari musim/bulan panen propolis di negara asal propolis.

4. Perubahan pola konsumsi makanan pengguna propolis, umumnya pasien yang melakukan detosifikasi bisa mengalami gejala alergi terhadap propolis setelah pasien tersebut melakukan detoksifikasi, hal tersebut bisa terjadi karena detoksifikasi secara sederhana bisa dikatakan sebagai usaha meformat ulang reakasi tubuh terhadap lingkungannya, bisa jadi sebelum detoksifikasi tubuh sudah memiliki daya tahan terhadap senyawa penyebab alergi, tetapi setelah detosifikasi kemapuan tersebut hilang.

Untuk mengatasi gejala alergi tertunda dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

Melakukan jeda konsumsi propolis selama 1 sampai dengan 2 minggu setelah 1 bulan konsumsi dalam dosis tinggi (10 tetes 3 kali sehari).

Apabila sudah terdapat gejala alergi seperti gatal-gatal dikulit, maka hentikan sementara konsumsi propolis sampai gejala alergi hilang dan perbanyak konsumsi air putih hangat dan jus buah atau sayuran. jangan mengoleskan propolis di kulit.

Apabila gejala alergi di kulit sudah berat maka hentikan sementara konsumsi propolis sampai gejala alergi hilang dan perbanyak konsumsi air putih hangat dan jus buah atau sayuran.

Selain itu di kulit bisa dioleskan minyak zaitun, minyak habbatussauda, atau minyak vitamin E. Dan jangan mengoleskan propolis di kulit.

TIPS PENGOBATAN dengan PROPOLIS

Propolis sebagai sumber antioksidan, bioflavanoid, anti kanker, antivirus, antibakteri, antijamur telah banyak membantu penyembuhan berbagai penyakit baik penyakit ringan maupun kronis.

Penggunaan propolis saat ini hampir telah merambah ke seluruh dunia dan di Indonesia pun akhir-akhir ini banyak kalangan dokter yang merekomendasikannya.

Propolis untuk Penyakit Kronis

Untuk penyakit kronis seperti Bronchitis kronis, TBC, Kanker, Darah Tinggi, Trigliserid, Kolesterol, dan Diabetes. Gunakan propolis 7 tetes 3x sehari. Larutkan propolis ke dalam setengah gelas air hangat dan diminum saat perut kosong. Dosis anak-anak 5 tetes 3x sehari.

Luka luar diabetes/kanker

Teteskan propolis pada bagian luka luar setelah dibersihkan terlebih dahulu. Teteskan propolis sampai merata pada bagian luka tersebut.

Maag Kronis

Gunakan propolis 7 tetes 3x sehari dan diminum 2 jam setelah makan.

Sakit kepala/migren kronis

Gunakan propolis 7 tetes 3x sehari, lebih baik lagi ditambah terapi sengat lebah.

Sinusitis / PILEK

Gunakan steam vaporizer (semacam alat penghasil uap) yang telah dibubuhi 10 tetes larutan Propolis. Minum 7 tetes Propolis 3x sehari yang dilarutkan dalam setengah gelas air.

Sakit gigi

Teteskan propolis ke bagian gigi yang sakit atau langsung teteskan ke gigi yang berlubang 2-3 tetes propolis.

RADANG GUSI dan GUSI BERDARAH

Basuh gusi yang bengkak dan sakit dengan berkumur menggunakan larutan Propolis dicampur air.

NAPAS TAK SEDAP

Gunakan larutan Propolis yang dicampur air beberapa kali sehari.

LUKA PADA MULUT, LIDAH dan SARIAWAN

Oleskan langsung larutan Propolis pada luka. Ulangi 3 kali sehari.

SAKIT TENGGOROKAN dan RADANG TENGGOROKAN

Teteskan propolis langsung ke pangkal lidah dalam, 3-4 tetesPropolis 3x sehari. Sebagai tambahan minum 7 tetes larutan Propolis.

PENYAKIT TELINGA

Gunakan minyak zaitun yang hangat campur dengan larutan Propolis dengan larutan Propolis dengan perbandingan 2:1. Masukan 2-3 tetes ke dalam telinga dan pijat-pijat. Ulangi jika perlu.

INFEKSI HIDUNG

Oleskan daerah yang terinfeksi dengan cotton bud yang telah direndam dengan larutan Propolis.

JERAWAT

Seka daerah yang terkena dengan larutan Propolis. Minum 5-10 tetes larutan Propolis setiap hari.

BISUL

Oleskan larutan Propolis.

BIBIR PECAH-PECAH

Oleskan Propolis beberapa kali sehari.

TERBAKAR SINAR MATAHARI

Gunakan minyak zaitun yang dicampur dengan larutan Propolis (10:1). Oleskan sebanyak 2-3 kali sehari.

LUKA BAKAR

Segera basuh daerah yang terkena dengan air dingin selama 2-3 menit untuk mencegah bengkak. Gunakan larutan Propolis langsung di daerah yang terkena untuk mengurangi rasa sakit dan juga untuk mencegah infeksi sekunder.

TERLUKA/ TERGORES/ LECET

Bersihkan luka baru dengan air dan oleskan larutan Propolis langsung di atas luka. Ulangi beberapa kali sehari.

KULIT BOROKAN

Oleskan larutan Propolis pada tempat yang terkena.

SENGATAN DAN GIGITAN SERANGGA

Oleskan lautan Propolis segera begitu terkena sengatan atau gigitan.

FLU

Minum 5-10 tetes larutan Propolis 2 kali sehari selama beberapa hari.

INFEKSI KULIT

Gunakan larutan Propolis yang dicampur air dan oleskan pada kulit. Minum 5-10 tetes larutan Propolis.

EKSIM

Basuh daerah yang terkena sesering mungkin dengan larutan Propolis yang dicampur air. Oleskan larutan Propolis sesudahnya.

KESELEO

Pijat daerah yang sakit dengan menggunakan Propolis.

BOROK TROPIKAL

Oleskan larutan Propolis langsung di atas luka beberapa kali sehari.

BOROK PADA KAKI

Oleskan larutan Propolis ke daerah yang terkena.


SISTEM PENCERNAAN

BISUL PERUT DAN BISUL USUS DUA BELAS JARI

Gunakan 5-10 tetes larutan propolis 2 kali sehari. Butuh parawatan jangka panjang selama beberapa minggu.

INFEKSI USUS PERUT

Gunakan 5-10 tetes larutan Propolis.2-3 kali sehari selama beberapa hari.

RADANG USUS BESAR

Gunakan sama seperti di atas. Butuh perawatan jangka panjang.


SISTEM SALURAN KEMIH

INFEKSI SISTEMSALURAN KEMIH

Minum 5-10 tetes larutan Propolis 2 kali sehari selam beberapa minggu.

INFEKSI PROSTAT

Minum 5-10 tetes larutan Propolis setiap hari selama beberapa minggu.

HERPES

Oleskan larutan Propolis pada daerah yang terkena.

MEMBERSIHKAN VAGINA

Larutkan 10-15 tetes Propolis dalam segelas air dan semprotkan ke vagina.


KESEHATAN UMUM

MENINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH

Gunakan 5-10 tetes Propolis 2-3 kali seminggu selama beberapa minggu.

SEBAGAI OBAT BIUS LOKAL

Gunakan larutan Propolis langsung ke tempat yang terkena (terbakar,terluka).

SEBAGAI ANTIOKSIDSAN

Gunakan larutan Propolis dan diminum.

TULANG PATAH

Gunakan larutan Propolis untuk membantu penyembuhan.

MEMPERKUAT FISIK

Minum 5-10 tetes larutan Propolis selama beberapa kali seminggu.

MEMBERSIHKAN DAN MENGHILANGKAN RACUN

Gunakan larutan Propolis 5-10 tetes selama seminggu.

RADANG SENDI, DEMAM REMATIK

Gunakan 5-10 tetes larutan propolis beberapa kali seminggu.


Diolah dari berbagai sumber